Home / KOLOM NASHRULLAH JUMADI / Tulisan 07 : PEMUDA/REMAJA MASJID DIPERSIMPANGAN JALAN
f730e78c-d7c9-4743-9f76-b891e2596b2d

Tulisan 07 : PEMUDA/REMAJA MASJID DIPERSIMPANGAN JALAN

 

f730e78c-d7c9-4743-9f76-b891e2596b2dOrang bilang cita-cita itu ditangan pemuda, ungkapan tidak hanya sebatas lisan semata, tapi semua orang pun mengakui bahwa cita-cita yang besar ada ditangan pemuda. Maka apabila ada orang atau lembaga yang memiliki cita-cita kedepan sangatlah tergantung dari para pemudanya, kalau pemudanya loyo ya…….sudah dipastikan lembaga/organisasi itupun akan mengalami nasib yang sama, tapi sebaliknya jika pemudanya berdedikasi tinggi dan bersemangat, maka cita-cita tinggal menunggu waktu untuk terwujud. Begitu pula dengan cita-cita perjuangan Islam, peran pemuda sangat penting.

Lalu….yang jadi pertayaan kita saat ini, adakah para pemuda Islam yang bersemangat itu ? Jawaban atas pertanyaan tersebut diatas bisa kita lihat dilingkungan masjid-masjid kita hari ini, karena masjid adalah merupakan basis pengkaderan ummat yang sesungguhnya, sebagaimana Rasulullah Saw., pun telah menjadikan masjid sebagai central aktivitas Islam, hingga melahirkan para generasi pilihan. Maka, kalau di masjid kita saat ini tak nampak para mpemuda, maka hal ini mengindikasikan bahwa masjid tersebut telah mengalami kemunduran dan tidak memiliki cita-cita yang jelas dalam membangun ummatnya, yang ada hanya rutinitas ibadah dan kegiatan semata, tanpa memiliki ruh dan mampu memberikan perubahan yang berarti pada ummat .

Ya……….semangat para pemuda …….itulah yang sedang kita cari saat ini, kita mendambakan generasi yang mampu berbuat untuk ummatnya demi mengharapkan ridlo Allah Swt semata, tapi sayang pemuda semangat saat ini telah langka kita temuka. Oh ……..pemuda Islam yang bersembunyi, di mana kau kini……, mengapa masjid tidak kau datangi, tapi jutru kau jauhi …..? Di mana kau pemuda, mengapa kau terdiam …..? Kini Islam dan masjidmu sangat membutuhkanmu ………. Lantunan harapan untuk pemuda diatas barangkali adalah salah bentuk kepedihan dan sekaligus keprihatinan kita, melihat pemuda Islam kita hari ini yang jauh dari masjidnya.

Kalau kita mau jujur……banyak pemuda Islam sekitar masjid yang baik akhlaq dan prilakunya, mereka juga tidak terlibat dengan banyak kemungkaran, tapi mengapa mereka tidak tampak di masjid ….?Di masjid jarang kita temukan, ditempat kumpulan preman dan tempat maksiatpun tidak terlihat ??? Ya……..mungkin inilah yang dikatakan Pemuda/remaja masjid dipersimpangan jalan, binggung untuk melangkah, datang dan beraktivitas masjid pun segan, berkumpul dengan kemaksiatanpun enggan. Akhirmya pemuda kita linglung entah kemana mau melangkah.

Fenomena ini seharusnya tidak perlu terjadi, seandainya kita bisa memperlalukan para pemuda Islam dengan perlakuan yang tepat, membina, mendampingi, membimbing dan mendorong mereka untuk maju dan berprestasi, sehingga ummat dan masjid pun tidak kehilangan amunisi tenaga dan Estafet perjuangan Islam. Gegap gempita dan meriahnya masjid dihari- hari besar Islam atau saat bulan Ramadhan tiba, bukanlah kemeriahan semu dan menipu, atau kemeriahan yang dipaksakan, bahkan dengan menghabiskan dana yang begitu besar, tapi adalah kemeriahan itu adalah kemeriahan yang sesungguhnya, yang berawal dari kesadaran dan kepeduliaan.

Dan perlu diingat, bahwa perlakuan saja ternyata tidaklah cukup, tapi harus mampu menjadikan Pemuda/Remaja Islam masjid menjadi bagian yang utuh dari masjid, bukan hanya pelengkap semata, disaat kita menghajadkan acara besar yang butuh tenaga dan energi, kitapun bergegas-gesar mencari-cari pemuda/remaja Islam masjid, tapi setelah acara selesai pemuda/remaja pun tak sadar kita tinggalkan, dan ironisnya menjadikan pemuda/remaja Islam hanya sebatas pelengkap seringkali kita ulang terus menerus dan tahun ketahun, tanpa ada perbaikan dan pendekatan yang tepat.

Apa yang saya tulis ini bukanlah tanpa fakta, karena memang pemuda/remaja Islam saat ini peran dan kiprahnya baru sebatas pelengkap semata. Kalau anda tidak percaya, coba renungkan, dari sekian kebijakan dan program yang ada dimasjid, sangat jarang bahkan tidak pernah melibatkan pemuda/remaja Islam untuk mengambil peran, yang ada hanya perintah atau program yang sudah jadi dan siap dilaksanakan, baik itu Hari Raya Qurban, Pembangunan masjid, Kegiatan Romadhan dll. Begitu pula dalam setiap musyawarah masjid,kebanyakan masjid jarang ada wakil pemuda yang diikutkan, untuk berargumentasi dan berpendapat, bahkan jika perlu ide dan gagasan anak muda Islam disepakati dan dijalankan bersama, jika ide itu baik dan realistis. Tapi kenyataannya, para pemuda yang terabaikan keinginan dan harapannya untuk membangun ummat melalui masjid, dan tak jarang ketika berbeda pendapat, sikap otoriter (merasa berkuasa) pun dijadikan senjata ampuh untuk meredam semangat dan kepeduliaan pemuda.

Oh ……..pemuda yang bersemangat, jangan patah semangat untuk terus berjuang, karena setiap langkah kita untuk beramal guna memperbaiki ummat, kebaikkan dan manfaat dari setiap usaha dan pengorbanan kita sesungguhnya akan kembali pada diri kita sendiri. Dan pasti Allah Swt akan memberiakan balasan yang baik pada kita. Semoga cita-cita dan perjuangan Islam akan terwujud ditangan kita para pemuda, Amiin

Wallahu a’am bishowab

 

 

Kita harus mampu menjadikan Pemuda/Remaja Islam masjid menjadi bagian yang utuh dari masjid, bukan hanya pelengkap semata, disaat kita menghajadkan acara besar yang butuh tenaga dan energi, kitapun bergegas-gesar mencari-cari pemuda/remaja Islam masjid, tapi setelah acara selesai pemuda/remaja pun tak sadar kita tinggalkan, dan ironisnya menjadikan pemuda/remaja Islam hanya sebatas pelengkap seringkali kita ulang terus menerus dan tahun ketahun, tanpa ada perbaikan dan pendekatan yang tepat.

About Baitul Maal Masjid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*