Home / KOLOM NASHRULLAH JUMADI / Tulisan 09 : MANAJEMEN MASJID SEHARUSNYA LEBIH BAIK DARI MANAJEMEN RT (Rukun Tetangga) ….
img_20161002_043724

Tulisan 09 : MANAJEMEN MASJID SEHARUSNYA LEBIH BAIK DARI MANAJEMEN RT (Rukun Tetangga) ….

img_20161002_043724Tulisan 09

MANAJEMEN MASJID SEHARUSNYA

LEBIH BAIK DARI MANAJEMEN RT

(Rukun Tetangga) ….

 

Manajemen masjid tema yang saya angkat tulisan saya kali ini, sebelum kita ulas, ada beberapa pertanyaan yang ingin saya sampaikan pada para pembaca sekalian, yakni,  kira-kira berapa jumlah jama’ah masjid yang aktif di masjid anda saat ini ? Siapa saja orangnya?Berapa keluarganya? Bagaimana kondisi keluarganya Dll ? Termasuk wajib Zakat atau berhak menerima Zakat kah mereka ?

Atas pertanyaan tersebut diatas, saya amat yakin kita tidak akan mendapatkan jawaban yang jelas pada kebanyakkan masjid kita hari ini, sebab kebanyakan masjid saat ini manajemennya masih terkesan amburadul. Bahkan dalam persoalan administrasi surat menyurat saja terkesan asal buat, ambilah contoh banyak masjid hari ini jika ingin mengundang jamaah untuk pengajian atau acara masjid biasanya undangannya hanya sebatas foto copy saja, kalau ditanda tangani oleh pengurus masjid dengan tanda tangan asli mungkin kesannya masih sangat baik, tapi hal ini tidak,  kebanyakan tanda tangannya pun juga foto copy an. Coba anda bandingkan pada saat kita membuat undangan rapat pertemuan di kantor atau instansi kita atau pada saat kita membuat undangan untuk pernikahan. Niscaya undangan yang asalnya dari masjid tertinggal cukup jauh. Apa ya kira-kira sebabnya ? …….

Pembaca sekalian, inilah gambaran manejemen masjid kita hari ini, manajemen surat menyurat saja terkesan asal-asalan, belum lagi jika kita melihat data jumlah jama’ah masjid belum tentu dimiliki, belum lagi berapa jumlah peduduk yang beragama Islam dengan segala tingkatan dan kondisinya, perpustakaan masjid hanya dijadikan pajangan dan tidak memiliki orientasi yang jelas untuk mencerdaskan ummat, takmir masjid tidak memiliki rencana program yang jelas dalam kurun waktu tertentu, misalnya 3 tahun ke depan, sehingga ummat juga bisa mengukur dan memberikan penilaian atas kinerja para takmir/pengurus masjid. Tidak seperti saat ini, banyak kinerja para takmir/pengurus masjid yang tidak bisa di ukur, karena manajemen yang diterapkan masih menggunakan manajemen asal jalan.

Wal hasil, manajemen masjid seharusnya menjadi prioritas garapan awal bagi para takmir/pengurus masjid saat ini sebelum menjalankan program lainnya. Sebab tanpa manajemen yang baik, mustahil masjid akan berhasil mendapatkan kemajuannya. Terlebih lagi bagi takmir masjid yang telah memimpin masjid puluhan tahun (bakhan sejak awal berdirinya masjid) telah menobatkan diri menjadi takmir masjid, sedangkan penantaan manajemen masih saja amburadul, tentunya hal ini tidak cukup hanya kita lihat dan dengar semata, tapi juga membutuhkan adanya penilaian dan perbaikan atas kinerja takmir tersebut. Maka, tidak salah memang kalau manajemen masjid masih kalah baik dengan manajemen RT.

Untuk itu, manajemen masjid harus lebih baik dari manajemen RT, tidak cukup hanya sebagai slogan tanpa realisasi, hanya saja memang kebanyakan kita lupa atau tidak tahu bagaimana membangun manajemen masjid yang baik,padahal kalau kita mau lihat pontensi masjid sangat besar guna mewujudkan dan memperbaiki manajemen tersebut secara baik. Pertanyaannya, mengapa kebanyakan masjid tidak mampu mewujudkan manajemen yang baik ? Ada beberpa sebab yang mendasari, antara lain:

  1. Kebanyakan para takmir masjid saat ini sudah tidak lagi produktif, baik dari sisi pikiran, tenaga maupun waktunya, padahal penataan awal manajemen masjid membutuhkan produktifitas yang tinggi
  2. Waktu dan kesempatan kita mengelola masjid hanya merupakan waktu-waktu sisa, sehingga memikirkan masjid tidak optimal termasuk menata manajemen secara baik
  3. Masjid tidak mampu mengumpulkan orang-orang yang pakar dan punya kemampuan dari kalangan jamaah masjid itu sendiri untuk terlibat membangun masjid, kebanyakan potensi mereka dibatasi, sehingga terkesan hanya dimanfaatkan semata dan tidak mungkin menjadi pengurus tetap masjid. Karena memang tidak sedikit para takmir yang khawatir jika posisinya sebagai seorang takmir masjid digeser, dengan kehadiran orang-orang yang lebih pakar dan berilmu.
  4. Kebanyakkan para takmir masjid hari ini masih menerapkan manajemen asal jalan, hal ini bisa kita lihat kebanyakkan masjid hari ini tidak memiliki rencana program yang jelas, baik program jangka pendek, menengah maupun panjang. Yang ada hanya menjalankan rutinitas ibadah, rutinitas hari raya islam dan rutinitas hari besar Islam semata, sehingga kinerjanya tidak bisa di ukur oleh ummat secara umum

 

Ke 4 hal tersebut penulis kira sudah lebih dari cukup untuk memberikan alasan atas sulitnya diterapkannya manajemen yang baik di masjid kita hari ini, terlepas dari itu semua kita harus menyadari bahwa mengelola masjid saat ini bukanlah persoalan yang mudah, tapi membutuhkan kesungguhan dan kemampuan untuk mengelola, karena masjid saat ini merupakan benteng terakhir bagi ummat untuk menjaga aqidah dan akhlaq disaat rumah-rumah kaum muslimin saat ini sudah tidak aman lagi untuk membentengi aqidah dan akhlaq anak-anak dan istri kita. Hanya masjid yang saat ini kita andalkan, tapi kalau kita lihat masjid hari ini, kita merasa prehatin dengan kondisinya. Penulis berharap, semoga para takmir/pengurus masjid saat ini tidak memandang bahwa menjadi seorang takmir/pengurus masjid adalah jabatan yang harus dipertahankan, terlebih lagi yang menginginkan menjadi takmir seumur hidup.Wallahu alam bishowab

 

 

Manajemen masjid seharusnya menjadi prioritas garapan awal bagi para takmir/pengurus masjid saat ini sebelum menjalankan program lainnya. Sebab tanpa manajemen yang baik, mustahil masjid akan berhasil mendapatkan kemajuannya. Terlebih lagi bagi takmir masjid yang telah memimpin masjid puluhan tahun (bakhan sejak awal berdirinya masjid) telah menobatkan diri menjadi takmir masjid, sedangkan penantaan manajemen masih saja amburadul…..

 

About Baitul Maal Masjid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*