Home / KOLOM NASHRULLAH JUMADI / Tulisan 22 : RAPAT MASJID KOK HANYA SAAT MAU BANGUN/RENOVASI ATAU HARI BESAR ISLAM SAJA ?
img_0023

Tulisan 22 : RAPAT MASJID KOK HANYA SAAT MAU BANGUN/RENOVASI ATAU HARI BESAR ISLAM SAJA ?

img-20161011-wa0068Tulisan 22 : RAPAT MASJID KOK HANYA SAAT MAU BANGUN/RENOVASI ATAU HARI BESAR ISLAM SAJA ?  

 

Nashrullah Jumadi

Penulis buku “5 Langkah Mudah Membentuk dan Mengoptimalkan Baitul Maal Masjid”/Penganggas Konsep Gerakan membangun desa/kampung berbasis Baitul Maal Masjid/Ketua Lembaga Trainer & Penelitian Keummatan AL HADID/Founder Gerakan Peduli Masjid (GPM) Indonesia

Sudahkah masjid anda menjalankan agenda rapat/kordinasi rutin pengurus ?  Atas pertanyaan diatas saya yakin banyak masjid saat ini banyak yang belum menjalankannya, atau kalau pun sudah ada biasanya hanya kadang-kadang saja tergantung keinginan. Kalau pas ingin rapat yang diadakan rapat, tapi kalau sudah tidak minat,  ya gak perlu ada rapat rutin.

Fenomena ini sepertinya sudah menjadi kebiasaan di masjid kita selama ini, bahkan ada banyak masjid yang agenda rapat baru dijalankan jika mau membangun masjid/renovasi atau pada saat hari besar semacam romadhan/idhul adha tiba. Maka jangan heran banyak hal yang baru atau agenda perubahan yang sangat bermanfaat untuk masjid tak mampu dijalankan. Terlebih lagi jika setiap program yang akan dijalankan masjid mengharuskan melalui persetujuan pengurus masjid, padahal menghadirkan seluruh pengurus masjid untuk sekedar rapat rutin saja sulitnya bukan main.

Hadir saja sulit kok, mau rapat rutin pengurus masjid ? itulah ungkapan yang mungkin pernah kita dengar dan kita rasakan bersama, bahwa menghadirkan pengurus masjid untuk rapat rutin adalah pekerjaan tersendiri yang butuh kesabaran, padahal para pengurus masjid jika diundang rapat rutin RT atau menghadiri resepsi pernikahan tidak pernah absen dan bisa hadir tepat waktu.

Pertanyaannya adalah kenapa demikian ?  Karena banyak dari para pengurus masjid saat ini yang memandang bahwa menjadi pengurus masjid hanya formalitas saja. Tanpa tanggungjawab, tanpa kerja nyata, tanpa motivasi yang benar dan tanpa-tanpa lainnya. Akhirnya stuktur pengurus masjid yang terpampang di papan pengumuman masjid seringkali hanya sebagai pelengkap dan tanda,  bahwa masjid tersebut punya pengurus masjid yang hebat,  sebab diisi oleh para pengurus masjid yang tidak hanya kaya, tapi juga lulusan berbagai perguruan tinggi. Ada yang bergelar sarjana S1, S2 bahkan S3 pun tak luput menjadi bagian dari pengurus masjid dengan menduduki jabatan diberbagai divisi masjid, baik divisi dakwah, pembangunan, remaja dll

Sekedar rapat rutin pengurus masjid saja kok ngak mampu ? Dan biasanya banyak juga yang alasan sibuk…..Sibuk kok jadi pengurus masjid, mbok jadi jama’ah biasa saja sehingga tidak ada beban amanah tambahan ? Masalahnya kadang Jadi jama’ah biasa juga ngak siap, lha trus di masjid maunya jadi apa ? Mau jadi marbot masjid ? Wah, tambah berat, apa dikira jadi marbot masjid itu gampang ?

Yuk …galakkan rapat rutin pengurus di masjid kita, minimal 1 bulan sekali dengan menghadirkan seluruh pengurus masjidnya. Jadikan rapat pengurus masjid sebagai langkah untuk membangun kemakmuran masjid kita, jangan hanya rapat pengurus kalau mau bangun/renovasi atau hari besar Islam saja. Tapi jadikan rapat pengurus masjid adalah kebutuhan, Jadikan sebagai wahana untuk tukar pikiran dan evaluasi seluruh kegiatan masjid secara rutin. Banyak atau sedikit agenda kegiatan yang harus dibahas bukanlah persoalan, yang penting rutinitas rapat pengurus masjid adalah yang utama.

Jika kita mampu menghadirkan rapat pengurus masjid secara rutin, Insya Allah ini adalah awal dari perubahan dan kemakmuran masjid kita, maka jangan pernah meremehkan dasyatnya hasil dari rapat rutin pengurus masjid kita saat ini. Untuk itu tetapkan satu waktu yang kita sepakati bersama untuk rapat rutin pengurus masjid, kemudian berazzamlah untuk terus menghadiri, jika kita diluar kota sempatkanlah untuk pulang, jika kita punya acara lain,  buatlah agar acara itu tidak benturan dengan rapat rutin pengurus masjid kita. Wallahu ‘alam bishowab

Mohon yang share tulisan ini mencantumkan sumbernya : www.baitulmaalmasjid.com

 

 

About Baitul Maal Masjid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*